ANALISIS FRAMING TOLERANSI BERAGAM DALAM FILM “BERDOA, MULAI”
Kata Kunci:
Film Pendek, Toleransi Beragama, Analisis Framing, Pesan Sosial, Robert N. EntmanAbstrak
Film pendek merupakan media komunikasi massa yang efektif dalam menyampaikan pesan-pesan sosial, khususnya isu toleransi beragama dalam konteks masyarakat Indonesia yang majemuk. Film pendek Berdoa, Mulai (2022) menggambarkan pengalaman Ruth, seorang remaja Katolik yang hidup dan bersekolah di lingkungan mayoritas Muslim, sehingga menghadapi tekanan sosial, adaptasi budaya, dan keterbatasan ruang dalam mengekspresikan keyakinannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pesan toleransi beragama dibingkai dalam film Berdoa, Mulai serta mengidentifikasi elemen framing yang paling dominan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis framing Robert N. Entman yang meliputi pendefinisian masalah, diagnosis penyebab, penilaian moral, dan rekomendasi penyelesaian. Data dianalisis melalui adegan, dialog, dan narasi visual film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini membingkai toleransi beragama dengan menekankan pengalaman kelompok minoritas dalam struktur sosial yang didominasi mayoritas. Masalah utama didefinisikan sebagai keterbatasan ruang inklusif, yang disebabkan oleh kurangnya sensitivitas sosial dan institusional terhadap keberagaman, sementara penilaian moral menekankan empati dan penghormatan terhadap perbedaan. Elemen framing yang paling dominan adalah pendefinisian masalah dan penilaian moral. Film ini secara implisit merekomendasikan dialog, kesadaran kolektif, dan penciptaan ruang sosial yang inklusif sebagai upaya membangun toleransi antarumat beragama.








