ANALISIS SEMIOTIKA DRAMA KOREA“IT’S OKAY TO NOT BE OKAY” (2020) : REPRESENTASI MENTAL HEALTH
Kata Kunci:
Semiotika, Semiotika Roland Barthes, Drama Korea, Kesehatan MentalAbstrak
Berbagai platform online berusaha menyuarakan kesehatan mental sebagai sesuatu yang dapat terjadi kepada siapa saja. Kesehatan mental seringkali diungkapkan secara tidak langsung melalui tanda, visual atau bahkan dialog. Baru-baru ini, kesehatan mental memasuki babak baru sebagai salah satu tema cerita yang turut dikembangkan melalui drama /film. Secara khusus industri hiburan Korea Selatan sering mengangkat kesehatan mental sebagai tema dari drama yang digarap. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengambaran makna kesehatan mental yang digambarkan melalui drama asal Korea Selatan yang berjudul its okay to not be okay. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes, dengan teori yang telah dikembangkan yakni Denotasi, Konotasi dan juga Mitos. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kesehatan mental sebagai isu yang memiliki banyak elemen, serta faktor yang berbeda dengan mencakup aspek emosional, sosial, psikologis yang berperan penting dalam perkembangan karakter seseorang. Kekerasan emosional, disfungsi keluarga, pengasuhan yang tidak sehat, dan pengasuhan yang menitikberatkan pada anak menjadi akar trauma dan juga kehilangan jati diri yang kemudian berkembang menjadi gangguan mental pada masing-masing karakter yang ditampilkan.








